Kamis, 07 Oktober 2010

Perampok Bersenpi Merajalela

Aksi perampokan bersenjata api (senpi) dengan sasaran para tauke karet di wilayah Kabupaten Banyuasin makin merajalela.

Terakhir, aksi kawanan meresahkan ini kembali menyasar seorang tauke karet, Herman, 35,warga Desa Galang Tinggi, RT 3/2, Kecamatan Banyuasin III. Dalam aksinya kali ini, pelaku perampokan yang menggunakan penutup muka (sebo) berhasil mengambil tas milik korban yang berisi uang tunai Rp13 juta, dua telepon genggam Nokia tipe 3500 dan tipe 1200. Perampokan itu sendiri terjadi di jalan Sedang-Sterio Simpang Sawit, kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, di saat belum banyak tauke karet menimbang karet yang dibeli dari petani.

“Tidak ramai memang pagi itu, sekitar 20 orang yang berkumpul waktu itu langsung terkejut, setelah dua pelaku yang menggunakan baju putih dan bercelana jins menodongkan pistol ke pinggang aku,” ujar korban Herman, kemarin. Sambil menodongkan pistol, kedua pelaku yang berperawakan besar tersebut, lalu mengeluarkan kata-kata ancaman pada korban, agar mau menyerahkan uang miliknya. Dalam hitungan detik, korban pun terpaksa memberikan uangnya pada pelaku.

Setelah berhasil mengambil tas milik korban, kedua pelaku lalu mengacungkan senjatanya ke arah atas guna mengancam warga lainnya agar tidak bergerak dan tidak mengejar mereka nantinya. Setelah memastikan posisinya aman, kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah hutan yang tembus ke jalan raya. Alhasil, warga yang tadinya ketakutan tak kuasa melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Sementara salah satu saksi, Ismail, mengungkapkan, kejadian perampokan yang berlangsung cepat tersebut membuat semua orang di lokasi kejadian menjadi sangat takut. “Memang mukanya tidak terlihat.Tapi,dengan postur tubuh yang besar, akhirnya kami tidak berani melakukan pengejaran. Apalagi,mereka bawa senjata dan selalu menodongkan pada kami.

Kalau sudah kabur ke arah jalan, pastinya susah dikejar,” ungkapnya. Ismail menyebutkan, sebelum peristiwa itu terjadi, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. “Ini kan memang hari biasa orang nimbang getah.Wajar agak ramai di sini,tapi semua orang hampir kami kenal.Waktu perampok datang juga tidak ada yang mengenalnya,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Banyuasin Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Susilo RI melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi (AKP) Imam Tarmudi membenarkan kejadian tersebut. “Namun sampai dengan anggota saya melakukan penyidikan di lokasi kejadian,korban belum melapor ke SPK Polres,” ungkapnya seraya menyarankan agar korban perampokan segera melapor,supaya kasus tersebut dapat ditindaklanjuti.

Dengan semakin maraknya perampokan terhadap tauke karet, Iman berharap, para tauke karet dapat memberlakukan proteksi dini. Apalagi, dalam tiga bulan terakhir, sedikitnya ada 10 tauke karet menjadi korban perampokan bersenpi. “Karena mereka sudah biasa memegang uang tunai dalam jumlah besar, di mana situasi tersebut tentu memiliki potensi perampokan. Jadi, ada baiknya dilakukan pengamanan atau melakukan proteksi dini,”tukasnya.

Related Posts by Categories

0 komentar:

Copyright © 2011 Nugroho All rights reserved