Selasa, 05 Oktober 2010

Pria Gila Bikin 3 Orang Luka Parah

Sebanyak dua orang dari tiga warga Kabanjahe, Sumatera Utara, yang dibacok pria yang diduga kurang waras, Terakap Ginting (35), terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Elizabet Medan karena luka serius di kepala, badan, dan tangan.

"Kedua korban itu, Sahati (45), pemilik Rumah Makan Buyung dan anak perempuannya, Citra Sari (26), yang saat ini masih kritis," kata Doni (24), anak korban Sahati (45), di Medan, Selasa (5/10/2010).

Sementara satu lagi korban luka bacok, Herlina (24), yang sedang berada di rumah makan itu, tidak terlalu parah dan hanya dirawat di RSU Kabanjahe.

Peristiwa pembacokan yang cukup sadis itu terjadi di Rumah Makan Buyung di pajak sayur Tiga Panah, Kabanjahe, Senin (4/10/2010) sekitar pukul 12.00 WIB.

Pria yang diduga mengalami kelainan jiwa itu secara tiba-tiba masuk ke dalam rumah makan tersebut dan secara membabi-buta membacok ketiga korban (Sahati, Citra, dan Herlina, red). Tidak diketahui permasalahan terjadinya pembacokan itu.

Ketiga korban yang mengalami luka cukup parah itu dibawa ke RSU Kabanjahe untuk mendapatkan perawatan.

Sementara pelaku pembacokan beserta barang bukti sebilah parang dibawa ke Polres Tanah Karo. Doni mengatakan, luka bacok yang dialami ibunya Sahati cukup parah, yakni bagian kepala yang robek mulai dari belakang telinga sampai ke kening.

Selain itu, telinga nyaris putus, bagian punggung, dan siku tangan kanan mengalami luka robek. Sedangkan kakaknya, Citra, mengalami luka robek pada bagian kepala samping dan pergelangan kanan juga patah.

"Saat ini ibu saya dan kakak kandung masih berada di RS Elizabeth Medan untuk menunggu dilakukan operasi karena mengalami luka serius," katanya.

Selanjutnya Doni mengatakan, ia tidak menduga sama sekali orang gila itu masuk ke rumah makan milik ibunya, dan saat kejadian tersebut pengunjung dalam keadaan sepi.

Namun, yang ada saat itu hanya perempuan. Sementara bapaknya sedang keluar karena ada suatu keperluan. "Memang sebelum kejadian itu, bapak pulang ke rumah sebentar untuk keperluan mengambil meter alat pengukur dan kemudian pergi lagi," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Binjai Kumar Tanjung, SH (50) dari pihak keluarga korban mengatakan, setelah melihat luka parah yang dialami Sahati dan Citra di RS Elizabeth Medan, tampaknya perlu dilakukan operasi.

"Kedua korban tersebut perlu dioperasi karena bagian kepala ada yang retak dan begitu juga tangan mengalami patah," kata Kumar.

Related Posts by Categories

0 komentar:

Copyright © 2011 Nugroho All rights reserved